Pilihan hidup dan orang tua

Sangat banyak jasa-jasa orang tua dalam kehidupan kita semua, untuk menghitungnya dengan angka-angka yang tersedia dalam dunia matematika-pun mungkin tidak tersedia. Sejak kecil kita yang berposisi sebagai anak yang bermukim di Indonesia pada umumnya sangat-sangat di-didik untuk mematuhi segala macam saran ataupun perintah orang tua, dalam konteks positif tentunya.

ketika beranjak dewasa yang notabene seorang anak tersebut mulai berpikir secara rasional dan secara subyektif telah mulai memilih apa yang disukai dan apa yang tidak disukai. Dari sinilah anak-anak yang mulai menentukan pilihan hidup dan mulai merancang cita-cita yang dia inginkan yang tentunya berasal dari apa yang dia sukai dalam hidupnya. Tanpa sadar orang tua tetap menganggap anak-anak yang telah dewasa tersebut bahwa mereka itu anak-anak yang masih butuh bimbingan, saran, dan yang lebih parah perintah yang harus dipatuhi.

Tulisan ini hanya mewakili suara seseorang yang posisinya dalam keluarga sebagai anak yang pilihan hidupnya ditentukan oleh orang tua-nya. Entah ini berasal dari keinginan orang tua dengan perhitungan secara matang atau hanya ingin melihat anaknya berkembang dengan pilihan-pilihannya dan mengesampingkan suka tidak suka dalam posisi seorang anak. Hal terbaik di dunia  adalah menjalani pilihan hidup yang kita sukai, bukan dengan menjalani keinginan-keinginan orang yang di dalamnya disisipkan harapan-harapan yang luar biasa. Percayalah orang yang mengerjakan apa yang dia sukai akan lebih memiliki passion, mengerjakan sesuatu dengan cinta. Bukankah luar biasa kita mengerjakan sesuatu dengan perasaan cinta?

Ah, tapi tulisan di atas hanyalah sebuah tulisan tentang kondisi anak-anak yang pilihan hidupnya ada di telunjuk orang tua-nya. Pada kenyataannya banyak seorang anak di bumi yang katanya datar ini  memperhitungakan dan melaksanakan pilihan orang tua. Hasil dari didikan rumah di Indonesia pada yang umumnya harus mematuhi perintah-perintah orang tua dalam konteks positif tentunya, dan pola asuh orang tua yang minim transaksional pada apa yang diinginkan anak-anaknya sangat berpengaruh dengan manut-manutnya anak-anak yang pilihan hidupnya ditentukan oleh orang tua.

Banyak anak-anak yang sudah teramat jauh tercebur dengan apa yang diingkan oleh orang tua. Pilihannya hanya satu, anak tersebut harus mendalami apa yang sudah di jalani dengan pilihan orang tua. Seorang anak harus ke medan perang dengan senjata dan perlengkapan yang bukan pilhannya, dan anak tersebut harus survive dengan apa yang sudah dijalani dengan perlengkapan yang telah digenggam.

Ada pula manusia-manusia yang pilihan hidupnya ada di telunjuk orang tua tetapi mereka menjalaninya secara mulus. Satu hal yang kupetik dari mereka dan yang jadi perbedaan, mereka menjalaninya dengan senang hati, beda respon beda hasil. jangan menjadi teramat lama tenggelam dalam lautan suka dan tidak suka yang kemudian direspon dengan tidak senang hati sebagai bentuk protes terhadap pilihan orang tua tentunya.

Pelajaran yang dapat diambil dari sini adalah pentingnya saling memahami dalam keluarga. Hey, ingat ini keluargamu, tempatmu kembali ketika kamu pergi sejauh apapun, tempatmu kembali ketika semua orang tak memperdulikannmu, jangan bersikap kaku hanya dengan menerima perintah dan bilang iya. Suarakan keinginanmu dengan mantap dan bisa diterima secara logika oleh orang tuamu. Untuk orang tua, dan ketika kalian-kalian yang bujang lapuk, kelak jika jadi orang tua dari anak-anakmu, tanamkanlah pentingnya diskusi dalam menentukan pilihan untuk putra-putrimu. Karena dari diskusi-diskusi tentang pilihan hidup itu anak-anak bisa menggambarkan positif dan negatifnya dalam memilih pilihan hidupnya.

SUARAKAN PILIHANNMU DENGAN DISKUSI, JANGAN DIAM.

Malang, sebelum Dzuhur 16 – Maret – 2017.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s