Mengenang kesenangan yang di bingkai dalam sepakbola (Sepakbola masa kecil dan regulasinya)

Yang pantas dikenang dari permainan sepakbola pada masa kecil adalah tingkat kesenangan yang luar biasa, yang jika diingat saja mampu membuat bibir tersenyum layaknya muda-mudi lagi pdkt.

Mungkin kita semua sepakat pada masa kecil atau masa kanak-kanak adalah masa yang dipenuhi dengan permainan-permainan khas anak-anak, kalaupun ada yang tidak sepakat mungkin masa kecilmu terlalu serius, hati-hati loh di masa dewasamu nanti gampang terpapar asam urat dan kawan-kawannya.

Sewaktu kecil saya sangat menggemari bermain bola, walaupun tidak istimewa-istimewa sekali skill olah bola saya pada saat itu, ya sampai sekarang juga tidak ada istimewanya karena yang istimewa hanya martabak dan terang bulan. Pernah, pada suatu waktu sehabis bermain bola, om saya (adik dari ibu) menanyakan posisi apa yang saya perankan pada saat bermain bola bersama teman-teman masa kecilku, tanpa ragu saya menjawab “Bek naik turun om” Hahaha. Jika mengingat-ingat jawaban ini sampai sekarang saya selalu tersenyum kecut. Dalam benak saya yang sekarang ini “kok ya ada posisi bek naik turun”, umur bertambah dan saya semakin mengerti segala macam posisi di sepakbola, mungkin yang saya maksud “bek naik turun” pada masa kecil itu adalah Wing Back yang saya ucapkan ke bahasa saya “bek naik turun Hahahaha”.

Sepakbola di negeri kita ini sudah menjadi alat pemersatu bangsa tetapi bisa juga menjadi pemecah antar kelompok/suporter untuk membela klub lokal secara militan yang mambawa nama daerah masing-masing. Sangat berbada dengan permainan sepakbola yang dimainkan oleh sekelompok anak-anak yang bertetangga, anak-anak yang satu komplek, anak-anak yang satu lorong/gang. Saya menyebutnya permainan karena sepakbola pada anak-anak biasanya memiliki regulasi atau aturan yang berbeda dengan regulasi sepakbola pada umumnya.

Yang pantas dikenang dari permainan sepakbola pada masa kecil adalah tingkat kesenangan yang luar biasa, yang jika diingat saja mampu membuat bibir tersenyum layaknya orang lagi pdkt. Entah kenapa, dimasa sekarang sangat jarang anak-anak kecil yang terlihat berkumpul di lapangan untuk melakukan ritual menyenangkan ini, mungkin permainan itu sudah digilas oleh roda zaman yang berputar dengan kencanganya dan digantikan dengan permainan-permainan yang hanya perlu dimainkan dengan jari jemari. Mungkin asal muasal jargon “masa kecil kurang bahagia” yang sering diucapkan generasi milenial pada saat ini dikarenakan anak-anak (laki-laki khususnya) itu tidak mengenal permainan sepakbola pada masa kecil.

Satu lagi yang pantas dikenang dalam permainan sepakbola pada masa kecil ini adalah berbagai macam regulasi atau aturan yang jika diingat sekarang ini membuat saya cekikikan. Berikut saya jabarkan berbagai macam aturan-aturan sepakbola pada masa kecil yang membuat saya cekikikan:

  1. Yang gemuk biasanya disuruh jadi kiper
  2. Full time Adzan Maghrib atau yang punya bola dipanggil pulang oleh ibunya.
  3. Berapapun skornya, yang cetak gol terakhir yang menang.
  4. Handball yang menentukan penonton
  5. Yang kalah pada saat main biasanya buka baju.
  6. Ada sandal, ada gawang (sering dipermasalahkan tiang dalam)
  7. Full of Nyeker
  8. Pelanggaran dimusyawarahkan sampai ada mufakat.

Itulah sebagian aturan-aturan tak tertulis yang dipahami betul oleh anak-anak kecil pada masa itu, ada yang mau tambahkan dipersilahkan. Tulisan ini hanya untuk memanggil ingatan jangka panjang, agar ingatan-ingatan kembali terasah dan saya tidak menjadi pemuda yang menuju tua dengan kepikunan. Selalu terkenang dan salam olahraga!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s